SISTEM KOMUNIKASI KELOMPOK
- Para psikiater mendapatkan komunikasi kelompok sebagai wahanan untuk memperbaharui kesehatan mental.
- Para ideolog juga menyaksikan komunikasi kelompok sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran politik – ideologis.
- Para manajer menemukan komunikasi kelompok sebagai wadah yang tepat untuk menemukan gagasan – gagasan kreatif.
Kesimpulan : Komunikasi kelompok dapat dipergunakan untuk menyelesaikan tugas, memecah persoalan, membuat keputusan, atau melahirkan gagasan kreatif, membantu pertumbuhan kepribadian seperti dalam kelompok pertemuan, atau membangkitkan kasadaran sosial politik.
KLASIFIKASI KELOMPOK
Noted : “ Tidak Setiap himpunan orang disebut kelompok. Orang-orang yang berkumpul di terminal bus, yang antri di depan loket bioskop, yang berbelanja di pasar, semuanya disebut agregat – bukan kelompok. “
Supaya agregat menjadi kelompok diperlukan kesadaran pada anggota – anggotanya akan ikatan sama yang mempersatukan mereka. Kelompok mempunyai tujuan dan organisasi ( tidak selalu formal ) dan melibatkan interaksi di anatara anggota-anggotanya. Jadi dengan perkataan lain, kelompok mempunyai dua tanda psikologis :
- Pertama, anggota-anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok – ada sense of belonging – yang tidak dimiliki orang yang bukan anggota.
- Kedua, nasib anggota – anggota kelompok saling bergantung sehingga hasil setiap orang terkait dalam cara tertentu dengan hasil yang lain ( Baron dan Byrne, 1979 : 558 ).
- Para psikologi – ahli sosiologi, telah mengembangkan berbagai cara untuk mengklasifikasi kelompok. Ada empat dikotomi : Prime – sekunder, ingroup-outgroup, rujukan-keanggotaan, deskriptif-preskriptif.
- Prime – sekunder :
Kelompok primer adalah kita terikat secara emosional pada beberapa kelompok saja. Hubungan kita dengan keluarga kita, kawan-kawan sepermainan, dan tetangga-tetangga yang dekat ( di kampung kita, bukan di real estates ), terasa lebih akrab, lebih personal, lebih menyentuh hari kita.
“ By primary group I mean those characterized by intimate face to face assosiation and coorperations “ ( Cooley – Klasik Social Organization ).
Kelopok sekunder, secara sedehana, adalah lawan kelompok primer. Hubungan kita dengannya tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita. Contohnya : organisasi massa, fakultas, serikat buruh, dan sebagainya.
Perbedaan Utama Antara KeduaKelompok
Kelompok Primer
|
Kelompok Sekunder
|
| Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkapkan unsur-unsur backstage ( perilaku yang hanya kita tampakkan dalam suasana privat saja ). Meluas artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Lambangnya, verbal maupun non-verbal. | Kualitasnya bersifat dangkal ( hanya menembus bagian luar dari kepribadian kita ) dan terbatas ( hanya menembus dengan hal-hal terntenu saja). Lambang komunikasi umumnya verbal dan sedikit sekali non-verbal. |
| Komunikasi bersifat personal. Sifatnya unik dan tidak dapat dipindahkan ( non-tranferable )Keyword : Siapa dia?. | Komunikasi bersifat impersonal.Keyword : Apakah dia?. |
| Komunikasi lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi. |
Komunikasi lebih menekankan aspek isi daripada hubungan
|
| Ekspresif | instrumental |
| Informal | formal |
- Ingroup-Outgroup ( Sumner )
Ingroup : kelompok-kita, Ingroup dapat berubah kelompok primer maupun sekunder. Perasaan ingroup diungkapkan dengan kesetiaan, solidaritas, kesenangan, dan kerja sama.
Outgroup: kelompok-mereka.
- Kelompok keanggotaan kelompok rujukan ( Theodore Newcomb, 1930-an )
Kelompok rujukan sebagai kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standard ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
Kelompok rujukan memiliki 2 fungsi : fungsi komparatif dan fungsi normatif.
- Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif ( John F.Cragan & David W.Wright 1980:45 )
Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara ilmiah.
Kategori preskriptif mengklasifikasikan kelompok menurut langkah-langkah rasional yang harus dilewati oleh anggota kelompok untuk mencapai tujuannya.
PENGARUH KELOMPOK PADA PERILAKU KOMUNIKASI
“ Social influence occurs whenever our behavior, feelings, or attitudes are altered by what others say or do “ – Baron dan Byrne ( 1979: 253 ) –
- Konformitas
Menurut kiesler dan kieser ( 1969 ), konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju ( norma ) kelompok sebagai akibat tekanan kelopok – yang real atau yang dibayangkan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Konformitas, paradigma utama konformitas dalam buku ini, konformitas adalah produk interaksi antara faktor-faktor situasional dan faktor-faktor personal.
Faktor situasional : kejelasan situasi, konteks situasi, cara menyampaikan penilaian, karakteristik sumber pengaruh, ukuran kelompok, dan tingkat kesepakatan kelompok.
- Fasilitas sosial
Fasilitas sosial : fasilitas berasal dari bahasa prancis facile, artinya “mudah” ) menunjukan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Kelopok mempengaruhi pekerjaan sehingga tersa menjadi lebih “mudah”.
- Polarisasi ( tendensius ke negatif )
Risky shift adalah gejala menuju Polarisasi. Ada juga yang mengatakan bahwa polarisasi disebabkan pada porporsi argumentasi yang menyokong sikap atau tindakan tertentu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEEFEKTIFAN KELOMPOK
| Faktor Situasional |
|
| Faktor Personal | Ada 2 dimensi interpersonal : kebutuhan interpersonal dan proses interpersonal.
|
| Peranan, seperti tindakan komunikasi, peranan yang dimainkan oleh anggota kelompok dapat membantu penyelesaian tugas kelompok, memelihara suasana emosional yang baik, atau hanya menampilkan kepentingan individu saja. |
|
Komentar
Posting Komentar